Kembali
Gambar Unggulan dari Pos Cara menghemat Konsumsi Bandwidth Server

Cara menghemat Konsumsi Bandwidth Server

Daftar Isi

Pembuka

Kita semua tahu bahwa tidak semua Hosting menerapkan Unmetered Bandwidth atau Unlimited Bandwidth sehingga diberlakukan batasan kuota Bandwidth, jika melebihi batas tersebut maka Web/Blog menjadi tidak bisa diakses dan disuruh membayar biaya tambahan untuk menambahkan batasan tersebut agar Web/Blog bisa diakses.

Bahkan Hosting untuk Web Statis seperti Netlify, GitHub Pages, Render, dan Surge.sh pun menerapkan batasan kuota ini. Maka mau-gak mau, suka-gak suka, para pemilik Web/Blog harus menghemat konsumsi Bandwidth Server daripada Web/Blog nya gak bisa diakses hanya karena kehabisan kuota. Belum lagi sama kuota Internet Pengunjung yang juga terbatas, kalau habis ya harus beli lagi, kan boros jadinya 🙂

Nah, saya berikan solusi bagi yang ingin menghemat Konsumsi Bandwidth ketika Web/Blog Anda ‘dihantam’ oleh pengunjung dan bot selama beberapa kali yang mungkin bisa Anda implementasikan. Tentu saja solusi nya tidak cukup dilakukan salah satu saja, melainkan 2 atau sampai 4 solusi harus kamu lakukan demi menghemat konsumsi Bandwidth Server/Hosting.

Sanggahan

Perlu Anda pahami bahwa Artikel ini hanyalah membahas bagaimana caranya untuk menghemat Kuota Bandwidth Server, bukan cara mengoptimalkan sebuah Web/Blog ataupun cara menghemat Kuota Internet Pengunjung, karena itu merupakan hal-hal yang sangat berbeda.

Namun dengan ini, Anda juga bisa mengoptimalkan Web/Blog Anda dan bahkan menghemat kuota Internet Pengunjung Anda (terutama jika pengunjung tersebut setia terhadap Web/Blog Anda), atau malah justru sebaliknya.

Segala resiko yang ada setelah menerapkan salah satu atau lebih dari satu solusi pada Web/Blog Anda, silahkan Anda tanggung sendiri. Serta dengan menerapkan solusi-solusi di bawah ini, maka saya anggap bahwa Anda telah memahami solusi yang saya bahas serta resiko yang Anda terima nantinya.

Jadi, mohon perhatian dan pengertian nya dari pembaca sekalian 🙂

Terima kasih atas perhatian dan pengertian nya 😊

Solusi-solusi untuk menghemat Bandwidth Server

Berikut di bawah ini adalah solusi-solusi yang bisa Anda terapkan:

Solusi ke-1: Lakukan kompresi terhadap berkas-berkas statik

Melakukan Kompresi terhadap berkas-berkas statik (seperti berkas JS, CSS, Gambar, dll) sebelum digunakan oleh Web/Blog Anda itu Wajib Hukumnya!

Ya kali, kamu ingin mengunggah dan menyebarkan serta ‘menyajikan’ Berkas Gambar yang besar nya beberapa puluhan bahkan ratusan Megabita kedalam Web/Blog kamu kepada pengunjung, kalo saya jadi pengunjungnya, saya malah langsung kabur alih-alih mengunjunginya.

Selain membuang-buang kuota, hal tersebut akan membuat Konsumsi Sumber Daya di Perangkat meningkat drastis karena Peramban Web akan memproses berkas-berkas statik nya.

Sudah banyak sekali Perangkat Lunak atau Situs Web yang memiliki fitur untuk mengoptimalkan berkas-berkas statik, salah satunya meng-kompresi berkas gambar tanpa harus menurunkan kualitas gambar secara kasat mata manusia, sebut saja Situs Web seperti TinyJPG atau TinyPNG yang dapat meng-kompresi berkas gambar PNG aau JPG, ini bisa Anda lakukan sebelum mengunggah suatu berkas gambar ke dalam Web/Blog Anda.

Atau, untuk mengoptimalkan berkas-berkas gambar di Komputer/Laptop Anda tanpa harus Unggah ke Web/Blog dulu, Anda bisa gunakan perangkat lunak seperti Caesium*, Imagine, FileOptimizer* atau ImageOptim untuk pengguna Apple macOS 10.9+.

*Catatan: Dua perangkat lunak yang ditandai bintang itu hanya mendukung Sistem Operasi Windows saja.

Jika Anda menggunakan WordPress.org (Hos Mandiri/Self-hosted), harusnya sudah banyak sekali yang menyediakan sejumlah Plugin untuk melakukan kompresi dan optimasi terhadap berkas-berkas statik sebelum akhirnya ‘disajikan’ kepada pengunjung.

Atau, jika Anda menggunakan SSG (Static-site Generator), terutama Hugo, maka seharusnya ada fitur “Image Processing” untuk memproses berkas Gambar dan “Hugo Pipes” untuk memproses berkas-berkas JS, CSS dan SASS yang bisa diimplementasikan kedalam Tema.

Jadi, itu bergantung pada tema yang Anda gunakan, jika temanya mengimplementasikan kedua fitur tersebut dengan benar dan optimal, maka beruntunglah Anda! Tapi, bagaimana jika tidak? Implementasikan lalu optimalkan saja sendiri dan jangan malas!

Selebihnya masih banyak cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengecilkan ukuran berkas-berkas statik, sebelum akhirnya digunakan untuk Produksi.

Solusi ke-2: Atur HTTP Header Cache-Control dengan benar

Mungkin Anda belum pernah mengenal HTTP Header yang satu ini. Yap, Cache-Control merupakan sebuah HTTP Header yang berfungsi untuk mendikte perilaku cache yang dilakukan oleh Peramban Web.

Singkatnya, Peramban Web akan menyimpan sumber daya tertentu, seperti berkas-berkas Gambar, JS, CSS, HTML dan berkas Statik lain nya disuatu tempat yang disebut dengan Cache setelah Situs Web/Blog selesai dimuat atau dikunjungi oleh pengguna. Tentu saja Cache dari Peramban Web ini tersimpan di dalam perangkat penyimpanan yang digunakan sekarang, seperti Harddisk/SSD atau bahkan Memori RAM bisa digunakan.

Saat pengguna mengunjungi Situs Web nya kembali, disinilah HTTP Header Cache-Control itu berperan, Header tersebut menetapkan sebuah aturan untuk menentukan apakah Peramban Web yang digunakan oleh Pengguna tersebut akan memuat sumber daya yang diperlukan nya melalui Cache atau justru malah sebaliknya, serta dapat mengatur/menentukan durasi penyimpanan Cache nya.

Jika Peramban Web memuatnya melalui Cache yang tersimpan, maka Peramban Web tidak akan menggunakan koneksi Internet untuk memuatnya, melainkan cukup gunakan media penyimpanan yang ada saja, hal ini tentu nya akan menghemat konsumsi Bandwidth baik dari segi Klien dan Server, terutama jika disimpan dalam waktu yang lama.

Sedangkan jika sebaliknya, maka Peramban Web akan selalu menggunakan Koneksi Internet untuk mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan dan Server akan menggunakan koneksi nya untuk memberikan/mengirimkan sumber daya yang dibutuhkan kepada Klien, tentunya hal ini akan mengonsumsi Bandwidth baik dari segi Klien dan Server, serta bisa saja malah menjadi boros jika ini terjadi terus-terusan.

Untuk mengetahui perbedaan jika sumber daya disimpan ke dalam Cache Peramban Web, serta digunakan atau tidak nya, bisa Anda lihat cuplikan berikut:

Dalam konteks menghemat Konsumsi Bandwidth baik dari segi Server atau Klien, mungkin Anda berpikir bahwa membuat Peramban Web dapat menyimpan sumber dayanya dengan waktu yang sangat lama kedalam Cache (seperti mengatur Header Cache-Control nya menjadi public, max-age=31536000, immutable) itu merupakan solusi yang saling menguntungkan, bukan?

Kalau seperti itu, memang benar, tapi akibatnya tampilan Situs Web menjadi tidak berubah sama sekali bahkan dapat merusak penampilan sebuah Situs Web, atau lebih parahnya konten-konten pada Situs Web menjadi tidak terlihat diperbarui (alias “outdated" atau “gak update") bahkan setelah menerbitkan nya beberapa kali.

Hal ini terjadi karena Peramban Web akan tetap memuat nya melalui Cache dan yang dimuat itu bukanlah Berkas yang baru, melainkan yang telah disimpan sebelumnya atau yang lama, sehingga sumber daya nya tertahan oleh Cache.

Tapi, ini adalah hal yang sangat krusial untuk diatur agar bisa menghemat konsumsi Bandwidth secara signifikan, jadi aturlah Header tersebut dengan benar dan lakukan teknik Cache Busting pada berkas-berkas statik sebelum mengatur Cache-Control nya, serta bedakan mana sumber daya yang harus di-cache dalam waktu yang lama atau yang tidaknya.

Untuk cara menyetel HTTP Header (untuk Response Header) nya, bisa Anda kunjungi referensi berikut:

Sedangkan untuk mengatur Header Cache-Control dengan benar, beserta dengan teknik Cache Busting nya, ada referensi yang cukup bagus untuk Anda pelajari, bisa Anda kunjungi melalui tautan berikut:

Solusi ke-3: Memuat berkas-berkas statik (atau bahkan Web/Blog) dari Server lain

Jika Anda ingin menghemat konsumsi Bandwidth Server, maka Anda bisa meng-hos kan Berkas-berkas statik lain nya di Server yang berbeda. Contohnya?

Anda mempunyai Blog yang disimpan di Server A yang mempunyai kuota Bandwidth sebesar 100 GB/Bulan, untuk menyiasati/mengakali nya, Anda bisa menyimpan berkas-berkas statik lain nya di Server B yang batasan Bandwidth nya sangat besar (sampai dikira tidak terbatas).

Sehingga peramban web milik pengunjung akan memuat berkas-berkas statik nya melalui Server B jika mengunjungi Situs Web/Blog Anda daripada Server A dan akan menghemat konsumsi Bandwidth pada Server A, karena pada dasarnya Server A tidak digunakan untuk memuat berkas-berkas statik.

Contoh lain? Sesuai contoh di atas, Anda juga bisa menggunakan Google Fonts sebagai penyedia Fonta untuk Situs Web/Blog Anda dibandingkan dengan melakukan Hos Mandiri di Server Utama Anda.

Atau, Anda juga bisa gunakan layanan CDN untuk umum seperti cdnjs, unpkg, jsDelivr, atau Statically untuk memuat pustaka-pustaka web yang ada, seperti jQuery, Bootstrap, Twemoji dan Pustaka lain nya dibandingkan dengan melakukan Hos Mandiri.

Bahkan Anda juga bisa menggunakan Layanan CDN (Content Delivery Network) pihak ketiga yang dipasang pada Web/Blog Anda untuk mengakali nya.

Lho, kok bisa? Karena pada dasarnya jika Anda menggunakan CDN pihak ketiga untuk Web/Blog Anda, maka pengunjung akan memuat Situs Web/Blog atau Berkas-berkas statik nya dari Server CDN, meskipun perlu proses ‘penarikan’ berkas dari Server Asli nya.

Kira-kira, Illustrasi nya seperti berikut:

Untuk Layanan CDN yang gratis, Anda bisa gunakan Layanan CDN untuk Umum yang saya sebut di atas, seperti jsDelivr atau Statically. Bahkan Anda juga bisa menghantarkan berkas-berkas Gambar, JS dan CSS yang ada tersimpan di dalam Web/Blog Anda melalui Statically, lho!

Intinya, buatlah agar pengunjung memuat berkas statik nya dari server lain selain server utama untuk menghemat Bandwidth dari Server Utama, itu aja.

Solusi ke-4: Buatlah agar berkas-berkas statik tidak bisa diakses dari luar

Jika Anda ingin lebih menghemat konsumsi Bandwidth Server, maka buatlah berkas-berkas statik tidak bisa diakses dari luar Web/Blog Anda.

Kenapa? Karena jika Anda membiarkan gambar-gambarnya diakses dari Web/Blog lain, maka hal ini akan mengonsumsi Bandwidth dari Server Anda secara terus-menerus dan ini bisa saja merupakan praktik pencurian aset Web/Blog tanpa izin dari Anda. Praktik tersebut dinamakan Hotlinking.

Jika Anda bertanya bagaimana cara untuk mencegah hal seperti ini, maka jawaban nya adalah Blokir Akses nya jika Berkas tersebut tidak merujuk dari Web/Blog Anda ketika mengakses nya. Contoh: Buatlah berkas-berkas yang ada di website-a.com hanya bisa diakses dari domain website-a.com saja, bukan dari domain website-b.com, dsb.

Jika Anda menggunakan CDN dari Cloudflare, maka Anda bisa mengaktifkan fitur Hotlink Protection yang terletak pada bagian Scrap Shield di dalam Dasbor Cloudflare Anda. Atau, jika Anda menggunakan Layanan CDN, maka Anda perlu melakukan nya melalui Panel yang tersedia dari Penyedia CDN nya.

Jika Anda menggunakan Layanan Shared Hosting dan tidak menggunakan CDN sama sekali, maka di dalam kontrol panel yang digunakan oleh pihak Hosting (seperti: cPanel, DirectAdmin, dll) harusnya sudah ada fitur Proteksi dari Praktik Hotlinking secara bawaan, Anda bisa gunakan itu jika ada.

Atau, Anda bisa kunjungi referensi berikut jika Anda ingin menyetelnya secara manual:

Solusi ke-5: Gak mau ribet? Tambah kuota nya!

Iya, saya tahu bahwa ini bukanlah cara menghemat, tapi saya kasih solusi bagi Anda yang tidak ingin kuota Bandwidth nya habis, tapi gak mau ribet dengan melakukan solusi-solusi di atas.

Yap, Anda tinggal memikirkan bagaimana caranya menambah Kuota Bandwidth yang tersedia jika tidak mau ribet. Untuk saat ini pilihan nya cuma dua, yakni bayar biayanya atau pindah ke penyedia lain yang kuota nya lebih banyak. Padahal, pake kartu kredit emak atau bapak kamu buat bayar biaya nambah kuota Bandwidth doang juga bisa, kan?

Tidak ada pilihan selain itu dan ini merupakan solusi yang cukup realistis atau masuk akal. Jika Anda ingin gratis, lakukan kedua atau sampai keempat solusi di atas, sedangkan jika Anda tidak mau ribet, tinggal tambahkan saja kuota nya, sesederhana itu bukan?

Pertanyaan dan Jawaban yang (akan) sering ditanya

Ini adalah bagian yang berisi tentang Pertanyaan yang (akan) sering ditanyakan, beserta Jawaban nya.

Mungkin Anda perlu membaca pertanyaan dan jawaban nya terlebih dahulu sebelum bertanya di kolom komentar sebagai referensi Anda.

Pertanyaan ke-1: Apa itu Cache Busting?

Jawab: Cache Busting adalah sebuah teknik agar Peramban Web dapat memuat berkas yang lebih baru saat mengunjung sebuah Situs Web/Blog setelah adanya perubahan pada berkas tersebut, tanpa harus menunggu selama itu, namun berkas-berkas tersebut akan tetap di-cache dalam waktu yang sangat lama.

Teknik ini akan menjawab pertanyaan seperti berikut:

Sebelumnya, saya telah mengatur agar berkas-berkas statik bisa tersimpan di-cache dalam waktu 1 Tahun oleh Peramban Web, tapi masalahnya saya baru saja telah melakukan perubahan pada berkas tersebut.

Jadi, bagaimana agar pengunjung tidak perlu menunggu selama 1 Tahun untuk dapat menikmati perubahan nya? Masa saya harus nyuruh pengunjung untuk membersihkan Cache (Clear Cache) pada Peramban Web nya?

Intinya, melakukan teknik Cache Busting akan menyelesaikan masalah di atas.

Pertanyaan ke-2: Situs Web/Blog saya terpasang Iklan (salah satunya: Google AdSense), apakah hal itu akan membuat boros Konsumsi Bandwidth Server?

Jawab: Tidak, karena pada dasarnya Anda tidak menyimpan berkas apapun ke dalam server Anda, kecuali Anda menyisipkan skrip kedalam HTML dan itupun ukuran nya sangat kecil.

Sehingga jika Skrip tersebut termuat, maka yang dimuat adalah aset/sumber daya yang berasal dari Server lain, bukan dari Server Anda dan sangat sedikit pengaruhnya bagi server Anda.

Tapi kalo ditanya “Apakah ini akan membuat boros Kuota Bandwidth/Kuota Internet Pengunjung?”, maka jawaban nya adalah Iya.

Karena pada dasarnya Peramban Web Pengunjung secara otomatis akan memuat iklan-iklan yang sangat dinamis dalam berbagai format (entah itu dalam bentuk teks, gambar, video, dan lain-lain) saat berkunjung ke Situs Web/Blog Anda dan itu menggunakan koneksi Internet dari pengunjung agar bisa termuat, kecuali jika diblokir dari sisi klien/pengunjung.

Pertanyaan ke-3: Apakah tidak ada solusi lain?

Jawab: Untuk saat ini tidak ada, solusi-solusi yang saya tulis itu merupakan solusi yang cukup realistis/masuk akal supaya Anda dapat mengimplementasi nya dengan baik, sehingga hanya solusi itu yang saya tahu.

Jika Anda memiliki solusi lain, maka Anda bisa memanfaatkan nya. Namun, jika Anda memiliki solusi masuk akal lain nya, silahkan berikan masukkan dari Anda melalui kolom komentar 🙂

Pertanyaan ke-4: Saya menggunakan CDN dari Cloudflare untuk Web/Blog saya demi menghemat konsumsi Bandwidth, maka solusi mana yang saya implementasikan?

Jawab: Kamu mengimplementasikan Solusi ke-3.

Lho, kenapa? Karena pada dasarnya kamu telah mengatur bahwa pengunjung Situs Web/Blog kamu akan dilayani oleh Cloudflare, sehingga Web/Blog kamu akan dimuat menggunakan Server dari Cloudflare ketika dikunjungi, bukan lagi oleh Server Anda, meskipun Cloudflare membutuhkan penarikan berkas-berkas/sumber daya yang diperlukan dari Server Anda.

Jadi maksudnya adalah jika Anda menggunakan CDN dan melakukan reverse-proxy (seperti menggunakan CDN dari Cloudflare), maka pengunjung tidak lagi mengakses Server Asli nya, melainkan Server CDN nya, sehingga ini akan menghemat konsumsi Bandwidth Server.

Ini mirip seperti menyimpan sebuah berkas di Server lain, tapi yang disimpan ini bukanlah cuma berkas, melainkan 1 Situs Web/Blog secara keseluruhan.

Pertanyaan ke-5: Apakah menghemat konsumsi Bandwidth Server sama dengan menghemat Kuota Internet Pengunjung?

Jawab: Tidak selalu, bisa iya dan bisa juga tidak, terutama jika Anda memiliki sumber daya eksternal (dari luar server Anda) dan itu tetap dimuat oleh pengunjung saat mengunjungi Web/Blog Anda.

Kenapa bisa begitu? Karena setiap Server memiliki kebijakan yang berbeda-beda, terutama perlakuan Cache pada Peramban Web, ada server yang mengizinkan agar Peramban Web dapat menyimpan berkas-berkas/sumber daya kedalam Cache dalam waktu yang sangat lama, bahkan ada pula yang tidak mengizinkan sama sekali.

Terlebih, saat mengunjungi Web/Blog Anda, Peramban Web akan memuat segala sumber daya yang diperlukan nya, baik yang asalnya dari dalam Server itu sendiri dan dari luar Server yang tentu nya memiliki kebijakan yang berbeda-beda.

Jika Server Luar nya tidak mengizinkan Peramban Web untuk menyimpan Berkas-berkas kedalam Cache, sedangkan Server Asli nya mengizinkan nya, maka hal ini akan membuat konsumsi Bandwidth Internet Pengunjung akan meningkat dan akan membuat boros kuota Internet jika itu terjadi terus-terusan, kecuali jika diblokir dari sisi klien/pengunjung.

Contohnya adalah Platform Iklan seperti Google AdSense yang terpasang di Situs Web/Blog (mengacu pada pertanyaan kedua), karena sifat nya yang sangat dinamis dan bisa tampil dalam berbagai format, supaya bisa tampil seperti itu dan bisa ganti Iklan, maka tidak mungkin Server akan mengizinkan Peramban Web menyimpan Iklan tersebut kedalam Cache.

Iklan tersebut dimuat dari server lain, sehingga konsumsi Bandwidth Server Utama tidak terpengaruh, tapi hal tersebut membuat Kuota Internet Pengunjung jadi boros karena membiarkan peramban web memuat iklan nya, kecuali jika iklan nya diblokir.

Namun, hal ini akan beda lagi jika kedua server (baik luar ataupun dalam) sama-sama mengizinkan Peramban Web untuk menyimpan berkas sumber daya nya kedalam Cache dalam waktu yang lama, maka baik kuota Internet Pengunjung dan Konsumsi Bandwidth Server akan bisa sedikit diperhemat.

Pertanyaan ke-6: Apakah ada perangkat lunak, situs web atau solusi lain untuk mengoptimalkan berkas-berkas statik selain yang disebutkan di dalam artikel ini?

Jawab: Banyak, tapi cari sendiri di Mesin Pencari aja, banyak jawaban nya di sana.

Kata kunci yang bisa Anda gunakan untuk mesin pencari adalah, seperti: “Image Compression”, “Image Compressor”, “Image Optimizer”, “CSS Minify”, “JS Minify”, “CSS Minifier”, “JS Minifier” atau kata kunci lain nya yang bisa Anda kembangkan sendiri.

Jika Anda ingin mencari perangkat lunak nya, Anda bisa tambahkan “Software” di akhir kata kuncinya, seperti “Image Compression Software” misalnya atau kembangkan saja sendiri biar hasilnya lebih akurat.

Pertanyaan ke-7: Apakah semua solusi yang ada di sini itu mempercepat atau mengoptimalkan sebuah Situs Web?

Jawab: Bisa iya, bisa juga tidak, atau bahkan bisa terjadi sebaliknya. Kecepatan Akses dan Kecepatan Penyelesaian Pemuatan pada Web/Blog itu terjadi karena banyak faktor.

Sedangkan untuk mengoptimalkan sebuah Web/Blog agar cepat diakses dan dimuat oleh Peramban Web itu banyak yang harus Anda lakukan selain melakukan solusi-solusi di atas.

Bahkan bisa terjadi sebaliknya, yakni Blog/Web menjadi lambat ketika diakses, atau malah sampai menjadi tidak tersedia (nge-down) setelah melakukan solusi-solusi di atas.

Jadi, jika Anda ingin menerapkan salah satu atau lebih dari solusi di atas, maka segala resiko harus Anda tanggung sendiri.

Pertanyaan ke-8: Saya gak mau ribet kayak solusi-solusi di atas dan gak mau bayar juga, terus gimana solusi gratis yang paling mudah dan paling instan nya, tentunya bebas ribet?

Jawab: Menggunakan CDN dari Cloudflare yang Gratisan bisa cukup membantu untuk kasus seperti itu.

Atau jika bisa, maka Anda bisa terapkan solusi ke-3 untuk Web/Blog Anda, contoh paling mudah gunakan Google Fonts sebagai penyedia Fonta atau simpan berkas gambar di Penyedia Hosting untuk Gambar, seperti Imgur, Postimages atau ImgBB.

Tapi kalo kamu masih menganggap nya ribet atau sulit untuk dilakukan, maka solusinya adalah dengan menutup akses pangunjung ke Web/Blog Anda, entah itu dengan mengosongkan Web/Blog Anda atau Memblokir akses dari Pengunjung melalui Firewall atau menghapus/menutup Web/Blog Anda atau lain nya.

Dengan ini, Kuota Bandwidth akan bisa diperhemat, bahkan Kuotanya malah jadi tidak terpakai sama sekali.

Solusinya gak ribet, instan dan sangat mudah untuk dilakukan bagi semua orang, tanpa perlu mengeluarkan biaya sedikitpun.

Penutup

Ya sudah, artikel nya saya cukupkan dulu saja di sini. Dari Artikel ini, Anda belajar bahwa untuk menghemat kuota Bandwidth Server memang harus ada usaha yang cukup dari yang punya Situs Web/Blog, kalau gak mau ribet ya solusi nya nambah kuota, entah itu bayar atau pindah ke penyedia lain.

Terima kasih bagi Anda yang telah membaca artikel ini. Gimana? Pusing kan? Yah, saya hanya memberitahukan konsep nya saja, terlebih satu bagian di artikel ini memang “Panjang x Lebar”, jadi maaf kalau saya tidak bisa memberikan cara implementasi nya secara detail.

Serta, mohon maaf jika artikel ini memiliki kekeliruan dan kesalahan, baik dari ada yang salah ngetik, terlalu panjang, bertele-tele, dll.

Jika adanya kesalahan dan kekeliruan dari saya, atau jika Anda memiliki pertanyaan lain nya/klarifikasi, bisa Anda berikan masukkan melalui kolom komentar yang tersedia. Masukkan dari Anda akan sangat berarti bagi saya dan artikel ini untuk kedepan nya nanti.

Terima kasih atas perhatian nya 😊

Penggunaan Gambar dan Atribusi

Berkas-berkas Gambar (seperti Cuplikan layar dan Gambar lain nya) yang digunakan di dalam artikel ini, disediakan di dalam Repository Blog ini.

Jika Anda ingin menjelajahi nya, silahkan kunjungi Alamat URL berikut:

https://github.com/FarrelF/Blog/tree/main/content/post/2021-05-06-cara-menghemat-konsumsi-bandwidth-server

Gambar Illustrasi yang nama berkasnya adalah NCDN_-_CDN.png itu merupakan Illustrasi yang dibuat oleh “Kanoha” bersumber dari Wikimedia Commons dan dilisensikan di bawah “CC BY-SA 3.0 Unported” oleh sang pembuat.

Serta, sebuah foto yang nama berkasnya adalah micheile-henderson-SoT4-mZhyhE-unsplash.jpg yang saya gunakan sebagai sampul artikel itu merupakan sebuah foto yang dipotret oleh “Micheile Henderson” bersumber dari Unsplash dan dilisensikan di bawah “Unsplash License” oleh sang pembuat.

comments powered by Disqus
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy