Kembali
Gambar Unggulan dari Pos Cara menggunakan Termux dari Komputer/Laptop melalui SSH

Cara menggunakan Termux dari Komputer/Laptop melalui SSH

Daftar Isi

Pembuka

Menggunakan Termux itu bisa menyenangkan jika kamu memiliki tujuan. Jika tidak, maka sama saja seperti membuang air ke laut, ya sama-sama gak berguna.

Tapi bagi sebagian orang, mengetik baris perintah dari layar ponsel itu sangatlah tidak nyaman, apalagi jika baris perintah itu panjang kali lebar dan berjumlah banyak.

Jika Anda memiliki perangkat seperti Komputer/Laptop, selain Ponsel Android, mungkin Anda akan lebih nyaman jika mengetik baris perintah tersebut di Komputer/Laptop, ketimbang di layar ponsel?

Kalau begitu, kenapa gak kamu pakai Termux dari Komputer/Laptopmu saja?

Nah, inilah yang sedang saya bahas di artikel ini, yakni “Cara menggunakan Termux dari Komputer/Laptop”.

Dah, gak usah banyak cingcong, mari saya bahas langsung persiapan dan caranya.

Persiapan

Gak ada persiapan khusus, cuma perlu koneksi Internet, Ponsel Android Anda dan tentunya sudah terinstal Termux.

Saya sarankan agar selalu gunakan Termux versi terbaru untuk pengalaman yang lebih nyaman dan pastikan Anda mengunduhnya di F-Droid, bukan di Google Play Store.

Kalo kamu sudah telanjur mengunduhnya di Google Play Store, kamu perlu mencadangkan (backup) datanya terlebih dahulu, setelah itu hapus Termux nya, lalu kamu unduh Termux nya dari F-Droid dan Install lagi.

Untuk versi Android nya sendiri, saya sarankan agar Anda menggunakan Android versi 7.0 atau di atasnya, untuk menggunakan Termux versi terbaru.

Sebaiknya kamu meng-update semua paket yang terinstal di Termux untuk mengikuti ini, tapi kalo tidak mau ya gak apa-apa, bisa dicoba dulu.

Pastikan agar Komputer/Laptop dan Ponsel Android kamu terkoneksi dengan jaringan yang sama, jika Anda tidak menyewa sebuah Layanan Internet Fixed Broadband seperti IndiHome, First Media, Biznet Home, dll atau tidak memiliki perangkat khusus yang memancarkan sinyal Wi-Fi di rumah (seperti: Modem ONT, Router Wi-Fi, Access Point, dll), Anda bisa gunakan fitur Hotspot Tethering (bahasa Indonesia: Penambatan Hotspot) yang ada di Ponsel kamu.

Serta pastikan juga bahwa Perangkat Lunak Klien SSH ada terinstal di dalam Komputer/Laptop kamu. Anda bisa gunakan PuTTY atau Bitvise untuk itu, tapi jika Anda menggunakan Windows 10 atau Sistem Operasi berbasis Linux/Unix, maka Anda bisa menggunakan OpenSSH sebagai Klien SSH yang sudah terinstal di dalam sistem Anda.

Caranya

Konfigurasi Awal

Pada bagian ini saya membahas konfigurasi awalnya, saya susun semuanya dalam langkah-demi-langkah supaya Anda bisa memahaminya dengan mudah.

Berikut adalah hal yang harus Anda lakukan:

Langkah ke-1: Buka Aplikasi Termux (Pastinya)

Langkah ke-2: Instal paket openssh dan nmap di Termux kamu dengan perintah berikut:

pkg i -y openssh nmap

Atau, di bawah ini jika Anda ingin menggunakan APT:

apt update; apt install -y openssh nmap

Langkah ke-3: Kamu perlu menyetel kata sandi untuk Nama Pengguna yang kamu gunakan dengan mengetikkan passwd di dalam Termux, lalu tekan “Enter”, tanpa perlu mengingat/menyebutkan Nama Penggunanya secara spesifik dan tanpa perlu memasukkan argumen apapun.

Setelah itu, masukkan kata sandi baru yang Anda inginkan, itu akan digunakan untuk login ke dalam SSH nya nanti, kata sandi yang Anda masukkan tidak tampil di konsol, jadi jangan sampai lupa!

Contoh perintah dan keluarannya sebagai berikut jika sukses:

$ passwd
New password:
Retype new password:
New password was successfully set.

Ini serius, kamu gak perlu menyebutkan ataupun mengingat Nama Pengguna (Username) nya.

Langkah ke-4: Aktifkan Server SSH nya dengan mengetik sshd di dalam Termux, lalu tekan “Enter”

Langkah ke-5: Cek terlebih dahulu untuk memastikan Server SSH aktif di Termux dengan mengetikkan nmap localhost, lalu tekan “Enter”.

Jika hasil keluarannya seperti berikut:

$ nmap localhost
Starting Nmap 7.91 ( https://nmap.org ) at 2021-11-04 22:49 WIB
Nmap scan report for localhost (127.0.0.1)
Host is up (0.0070s latency).
Not shown: 999 closed ports
PORT     STATE SERVICE
8022/tcp open  oa-system

Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 1.20 seconds

Atau, lebih tepatnya ada tulisan 8022/tcp open oa-system, maka artinya Server SSH dalam keadaan aktif.

Oh iya, jangan lupa bahwa 8022 adalah port SSH yang digunakan, jadi ketika Anda login, pastikan agar menggunakan port 8022.

Langkah ke-6: Ketahui terlebih dahulu Alamat IP pada jaringan Anda dengan mengetikkan ifconfig di Termux, lalu tekan “Enter”.

Contoh keluarannya akan seperti berikut:

$ ifconfig
Warning: cannot open /proc/net/dev (Permission denied). Limited output.
lo: flags=73<UP,LOOPBACK,RUNNING>  mtu 65536
        inet 127.0.0.1  netmask 255.0.0.0
        unspec 00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00  txqueuelen 1  (UNSPEC)

tun0: flags=81<UP,POINTOPOINT,RUNNING>  mtu 1500
        inet 10.18.234.134  netmask 255.0.0.0  destination 10.18.234.134
        unspec 00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00  txqueuelen 500  (UNSPEC)

wlan0: flags=4163<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST>  mtu 1460
         inet 192.168.100.81  netmask 255.255.255.0  broadcast 192.168.100.255
         unspec 00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00  txqueuelen 3000  (UNSPEC)

Seperti yang Anda lihat di atas, bahwa Alamat IP untuk Antarmuka sambungan Wi-Fi (wlan0) yang saya dapatkan adalah 192.168.100.81 yang letaknya berada di paling bawah.

Mungkin hasilnya akan berbeda di perangkat Anda, jadi pastikan Anda lebih teliti dalam mencari Alamat IP nya.

Jika Anda menggunakan Hotspot Tethering, maka cari Alamat IP Anda di antarmuka ap0, bukan wlan0.

Selain ifconfig, Anda juga dapat mencari Alamat IP nya melalui perintah ip addr list (nama_antarmuka).

Contoh perintah dan keluarannya seperti berikut:

$ ip addr list wlan0
52: wlan0: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1460 qdisc mq state UP group default qlen 3000
    link/ether b4:a5:ac💿17:ef brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
    inet 192.168.100.81/24 brd 192.168.100.255 scope global wlan0
       valid_lft forever preferred_lft forever

Ganti wlan0 yang di atas menjadi antarmuka yang ingin Anda lihat alamat IP nya.

Sebagai contoh, Anda bisa menggantinya dengan ap0 jika ponsel Anda sedang menggunakan fitur Hotspot Tethering (bahasa Indonesia: Penambatan Hotspot).

Alamat IP yang tampil nantinya akan digunakan untuk login melalui Klien SSH yang ada di Komputer/Laptop kamu, jadi jangan sampai lupa!

Mengakses Ponsel Android melalui SSH

Setelah melakukan konfigurasi awal, maka saatnya mengakses Ponsel Android dari Komputer/Laptop Anda.

Berikut adalah caranya:

Langkah ke-1: Sekarang Anda gunakan Komputer/Laptopmu dan jangan akhiri sesi Termux nya. Coba kamu akses Android kamu dari Komputer/Laptopmu melalui SSH dengan melakukan login terlebih dahulu.

Anda bisa lakukan ini melalui Klien SSH yang ada di Komputer/Laptop kamu, termasuk PuTTY.

Untuk kredensialnya, cukup masukkan Alamat IP, Port dan kata sandinya saja, tidak perlu kamu masukkan Username atau Nama Penggunanya. Kalaupun kamu ingin memasukkannya, kamu bisa memasukkan Username nya dengan bebas.

Jika Anda menggunakan OpenSSH/Dropbear sebagai klien SSH di Komputer/Laptop kamu, maka perintah untuk login nya sebagai berikut:

ssh 192.168.100.81 -p 8022

Silahkan ganti 192.168.100.81 menjadi Alamat IP dari ponsel Anda.

Setelah menentukan Alamat IP nya, ada parameter -p yang menentukan port yang digunakan oleh Server, secara baku ia menggunakan port 8022, jika selain itu, silahkan ganti 8022 di atas dengan port yang digunakan oleh Server SSH Anda.

Mengenai Username nya, Anda gak salah lihat, di sini saya tidak memakai Username, karena Pengguna/Username Standar di Termux itu cuma satu saja, selain itu hanya ada root saja.

Oleh karena itu, OpenSSH yang ada pada Termux itu tidak membandingkan Username satu sama lain sama sekali, semuanya mengarah pada satu Username yang sama, bahkan ketika Anda mengisinya dengan bebas sekalipun.

Sehingga OpenSSH pada Termux ini sangat berbeda bila dibandingkan dengan OpenSSH yang ada di Sistem lain, berdasarkan tambalan yang dilakukan oleh mereka.

Langkah ke-2: Jika ada pesan yang menyatakan “Are you sure you want to continue connecting?”, ketik saja yes, lalu tekan “Enter”. Setelah itu, masukkan kata sandinya.

Langkah ke-3: Jika berhasil, maka akan muncul Prompt yang bisa Anda gunakan untuk mengetik baris perintah, seperti cuplikan berikut:

Di langkah ini, kamu sudah bisa mengontrol/menggunakan Termux dari Komputer/Laptop kamu, sekarang coba eksekusikan perintah yang kamu mau.

Sebagai contoh, di sini saya ingin meng-install Neofetch di Termux, maka perintahnya adalah sebagai berikut:

pkg i neofetch

Setelah terinstal, saya eksekusikan perintah neofetch dari Komputer/Laptop, maka kira-kira hasilnya akan seperti cuplikan berikut:

Nah, kira-kira seperti itu.

Bagaimana? Mudah sekali bukan? Tapi artikel ini belum selesai sampai sini saja, ada satu hal lagi yang bisa Anda lakukan melalui Termux ini, yang mungkin berguna bagi Anda yang saya bahas nanti di bagian selanjutnya.

Lainnya

Menggunakan SFTP

Selain menggunakan Termux secara Remote, Anda juga dapat mengirimkan (mengunggah), mengambil (mengunduh), menambahkan, merubah dan menghapus berkas-berkas yang ada di dalam Ponsel Android Anda berkat dukungan protokol SFTP.

Karena Anda membuka akses SSH dan menggunakan OpenSSH sebagai Server SSH di dalam Termux kamu, maka Protokol SFTP secara otomatis diaktifkan.

Agar bisa mengakses SFTP nya, Anda perlu sebuah Aplikasi FTP untuk itu, untuk kasus ini saya gunakan FileZilla.

Setelah terinstal, buka Aplikasi tersebut, lalu Anda harus mengisi kredensialnya berikut di bawah ini di dalam Aplikasinya untuk menggunakan SFTP:

  • Hos (Host): sftp://ALAMAT_IP_KAMU (cth. sftp://192.168.100.81) atau sftp://ALAMAT_IP_KAMU:PORT (cth. sftp://192.168.100.81:8022)
  • Nama Pengguna (Username): Wajib diisi, tidak boleh kosong, tapi bisa Anda isi bebas
  • Kata Sandi (Password): Isi ini dengan kata sandi Termux Anda
  • Port: Isi dengan Port yang digunakan oleh Server SSH kamu, Port bakunya adalah 8022 (sebaiknya jangan diisi jika Anda sudah mengisi port nya saat mengisikan Alamat URL Hos)

Setelah memasukkan semua Informasi/Kredensial di atas, silahkan lakukan login, jika Anda menggunakan FileZilla, Anda bisa klik pada Button Quickconnect (atau bahasa Indonesia nya adalah Koneksi Cepat).

Tapi, Username nya diisi bebas, apa artinya bisa diisi sembarangan?

Sangat bisa, Anda sangat bisa sembarang isi Username nya, untuk buktinya bisa Anda lihat 2 cuplikan berikut ini: (Saya menggunakan FileZilla)

Apakah isinya sama? Sama aja, mau Anda masukkan apapun Username nya, isinya akan sama saja, gak ada bedanya sama sekali. Hal ini karena OpenSSH pada Termux tidak membandingkan Username, jadi ia hanya fokus pada 1 Username saja.

Kenapa begitu? Karena Termux hanya memiliki 1 Pengguna Standar saja, seperti yang telah saya jelaskan di bagian “Mengakses Ponsel Android melalui SSH” pada langkah ke-1 sebelumnya.

Oh iya, agar Anda bisa mentransfer berkas ke/dari dalam Ponsel ke/dari Perangkat lain, Anda bisa gunakan perintah termux-setup-storage. Untuk lebih lanjut, silahkan baca di sini (Baca mulai dari bagian “Access shared and external storage”).

Dengan begini, Anda bisa mentransfer berkas ke/dari dalam Ponsel Anda ke/dari dalam Perangkat lain tanpa perlu meng-install Aplikasi “khusus” lagi ataupun tanpa terkena kendala kabel/lubangnya lagi.

Pertanyaan dan Jawaban

Jika Anda memiliki pertanyaan, silahkan masukkan pertanyaan dari Anda ke dalam kolom komentar yang tersedia.

Tapi, tidak ada salahnya untuk membaca terlebih dahulu pertanyaan dan jawaban berikut sebagai referensi buat Anda sebelum bertanya.

Pertanyaan ke-1: Bagaimana caranya agar Server SSH bisa diaktifkan secara otomatis setelah Perangkat di-boot tanpa perlu mengaktifkannya lagi di Termux secara manual?

Jawab: Anda bisa melakukannya dengan cara berikut:

  1. Unduh dan Instal Aplikasi Termux:Boot dari F-Droid, pastikan Anda mengunduh Termux nya di F-Droid juga, bukan di Google Play Store, jangan dicampur-campur!
  2. Pergi ke Setelan Android Anda, lalu nonaktifkan fitur “Pengoptimalan Baterai” untuk Aplikasi Termux dan Termux:Boot.
  3. Buka Aplikasi Termux:Boot dengan mengklik ikon aplikasi di Launcher/Peluncur Anda. Ini mengizinkan agar Termux bisa dijalankan secara otomatis setelah perangkat di-boot
  4. Buka Aplikasi Termux nya, lalu buatlah direktori ~/.termux/boot/ di sana dengan perintah: mkdir -p ~/.termux/boot/
  5. Buatlah berkas skripnya di sana (~/.termux/boot/), nama berkasnya bisa bebas, tapi contoh kali ini saya menamainya dengan startup-script
  6. Isilah berkas startup-script dengan skrip yang ingin Anda jalankan saat perangkat sudah di-boot dan awali terlebih dahulu dengan /data/data/com.termux/files/usr/bin/sh sebagai shebang

Oh iya, setelah menentukan shebang nya, mungkin memasukkan perintah termux-wake-lock akan sangat membantu agar perangkat tidak “tertidur” dan Termux bisa tetap berjalan di latar belakang.

Contoh: Jika Anda ingin menjalankan Server SSH atau sshd, maka isi dari skrip startup-script akan seperti berikut:

#!/data/data/com.termux/files/usr/bin/sh
termux-wake-lock
sshd

Atau, jika Anda ingin agar Termux-services mengaktifkan semua layanan yang ada dan didukungnya (seperti OpenSSH, Cronie/Cron Job, Apache2, NGINX, dll), maka isi dari skrip startup-script akan seperti berikut:

#!/data/data/com.termux/files/usr/bin/sh
termux-wake-lock
. $PREFIX/etc/profile

Solusi seperti ini akan sangat cocok bagi Anda yang ingin mengotomatiskan sesuatu, salah satunya adalah membuat pembaruan sertifikat SSL dari ZeroSSL melalui acme.sh secara otomatis di Termux yang telah saya bahas di artikel sebelumnya.

Pertanyaan ke-2: Apakah ada caranya agar akses SSH ini bisa dilakukan secara remot tanpa harus terhubung di jaringan yang sama? (cth. Ketika saya sedang berada di luar kota)

Jawab: Untuk saat ini saya belum tahu caranya, jadi maaf kalau saya belum bisa memberikan caranya di sini.

Saya tahu ada layanan ngrok atau sejenisnya, tapi itu belum saya coba buat akses SSH.

Jadi, untuk saat ini saya masih belum tahu bisa atau tidaknya, tapi jika Anda mempunyai caranya dan ingin memberitahukannya, silahkan Anda berikan masukkannya melalui kolom komentar.

Mungkin penggunaan VPN dengan Alamat IP sendiri atau melakukan Reverse SSH Tunneling bisa membantu Anda, tapi saya kurang paham caranya.

Penutup

Pembahasan di artikel ini sudah saya cukupi di sini saja. Terima kasih buat Anda yang telah membaca dan memahami artikel ini sampai habis.

Mohon maaf apabila adanya kekurangan atau kesalahan yang ada di artikel ini, seperti salah ketik, salah informasi, dll. Kesalahan-kesalahan tersebut saya usahakan untuk diperrbaiki kedepannya.

Jika kamu mempunyai pertanyaan, kritik dan saran, komentar atau masukkan lainnya, silahkan kamu berkomentar melalui kolom komentar yang tersedia atau bisa kamu Hubungi Saya.

Terima kasih atas perhatiannya 😊

Penggunaan Gambar dan Atribusi

Berkas-berkas Gambar (seperti Cuplikan layar dan Gambar lain nya) yang di gunakan di dalam artikel ini, disediakan di dalam Repository Blog ini.

Jika Anda ingin menjelajahi nya, silahkan kunjungi Alamat URL berikut:

https://github.com/FarrelF/Blog/tree/main/content/post/2021-11-17-cara-menggunakan-termux-dari-komputer-laptop
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy