Back
Gambar Unggulan dari Pos Apa itu Cloudflare? Perlukah untuk menggunakan nya?

Apa itu Cloudflare? Perlukah untuk menggunakan nya?

tl;dr (Awas, Spoiler!)

Intinya, saya tidak menyarankan Anda menggunakan Cloudflare sebagai CDN untuk Web/Blog Anda secara gratis, karena rute CDN nya sudah pasti ngaco jika dikunjungi menggunakan koneksi dari Telkom (terutama IndiHome)/Telkomsel (Tapi bukan cuma 2 ISP itu doang, kok), belum lagi resiko kehilangan pengunjung karena harus menyelesaikan CAPTCHA atau bahkan diblokir karena dikunjungi menggunakan Alamat IP yang “kotor” jika tidak diatur Firewall nya.

Namun, saya lebih menyarankan Anda untuk menggunakan nya sebagai Pengelola DNS untuk Domain Anda, dan itu masih sangat layak digunakan tanpa perlu berlangganan apapun alias secara Gratis.

Artikel yang Anda lihat/baca sekarang ini adalah versi fafifu wasweswos nya, alias versi “Panjang x Lebar” nya, membahas kelebihan dan kekurangan beserta alasan nya yang bisa menjadi pertimbangan Anda untuk menggunakan Cloudflare.

Daftar Isi

Apa itu Cloudflare?

Cloudflare® (atau lengkapnya: Cloudflare, Inc.) adalah sebuah perusahaan Amerika Serikat yang menyediakan jasa-jasa yang diperuntukan bagi pembuat ataupun yang mengelola sebuah Web/Blog, seperti jasa jaringan pengantaran konten/Content Delivery Network (CDN), pencegah serangan DDoS, mengamankan Web/Blog, Analitik, Pengelola Domain dan DNS.

Selain untuk Pembuat atau Pengelola Web/Blog, Cloudflare juga menyediakan sebuah Layanan DNS Rekursif yang di tujukan untuk semua pengguna, yang bernama 1.1.1.1™ dan bahkan Cloudflare telah menyediakan Aplikasi nya agar semua orang bisa menggunakan nya dengan mudah.

Jadi, sekarang udah jelas kan Cloudflare itu apaan? Banyak sekali Web/Blog yang merekomendasikan untuk menggunakan Layanan DNS, CDN dan Firewall dari Cloudflare untuk mengoptimalkan sebuah Web/Blog, tapi apakah saya perlu untuk menggunakan jasa-jasa/layanan tersebut, mengingat layanan itu Gratis?

Jawaban nya ya “entar dulu”, abis ini nanti akan saya bahas dulu apa kelebihan dan kekurangan nya, karena jawaban nya akan sangat berhubungan dengan ini.

Kelebihan menggunakan Cloudflare

Untuk pembahasan kali ini, saya cuma membahas kelebihan menggunakan Cloudflare sebagai CDN, Pengelola DNS dan Firewall saja mengingat banyak sekali jasa/layanan dari Cloudflare itu, namun ketiga ini yang paling sering di gunakan oleh para Blogger atau Pengembang/Pengelola Web di bandingkan lain nya, apalagi Layanan tersebut tersedia versi Gratisan nya.

Kelebihan menggunakan Cloudflare saya jabarkan berikut di bawah ini.

Membuat Web/Blog menjadi lebih hemat Kuota Bandwidth

Kalau kamu menggunakan Hosting yang mana Kuota Bandwidth (Pita lebar) nya terbatas atau cuma dapat sedikit saja, siapa sih yang gak mau menghemat konsumsi Kuota nya? Apalagi jika Web/Blog nya ramai di kunjungi orang dan robot tiap hari?

Dengan menggunakan Layanan CDN nya, maka Anda dapat menghemat konsumsi/penggunaan Bandwidth Server.

Lho, kok bisa? Karena dengan menggunakan CDN pada Web/Blog Anda, maka ketika orang lain mengunjungi Web/Blog Anda, Peramban Web milik Pengunjung tersebut hanya mengunduh berkas-berkas statis dari Server CDN nya alih-alih dari Server Asli/Asal nya (bisa kamu sebut “Server Hosting” jika Anda menggunakan layanan Hosting).

Kira-kira, Illustrasi nya seperti berikut:

Illustrasi tentang Distribusi dari Satu Server (Kiri) dan Distribusi menggunakan CDN (Kanan)
Illustrasi tentang Distribusi dari Satu Server (Kiri) dan Distribusi menggunakan CDN (Kanan)

Hal inilah yang membuat konsumsi Bandwidth akan menjadi jauh lebih hemat dari biasanya, apalagi jika Anda menyetel Header Cache-Control nya dengan benar, maka Anda akan bisa mengurangi konsumsi Bandwidth nya secara signifikan!

Terlebih jika sistem pembiayaan untuk paket-paket pada layanan/jasa dari Cloudflare pun tidak menggunakan Sistem Pay-as-you-Go (PAYG) sebagai Sistem Pembiayaan atau tidak perlu membayar tergantung pada penggunaan, melainkan itu merupakan Biaya Flat per bulan saja, bahkan ada Gratisan nya juga.1

Sehingga, ini akan sangat cocok bagi Anda yang memiliki Web/Blog yang kunjungan nya sangat ramai, tapi tidak mau terbebani oleh tagihan yang membludak akibat konsumsi Bandwidth yang sangat besar.

DNS Otoritatif nya yang sangat cepat, reliabel dan cukup kaya fitur

Tahukah Anda, bahwa Layanan DNS Otoritatif dari Cloudflare itu sangatlah cepat dan lumayan reliabel? Menurut data yang ada di Situs Web DNSPerf yang saya ambil pada saat saya menulis artikel ini (Pada Tanggal 15 April 2021), DNS Cloudflare menempati posisi kedua untuk kinerja mentah dengan Uptime sebesar 99,93% selama 30 hari terakhir.

Data Kinerja Mentah DNS Otoritatif dari DNSPerf. Cuplikan ini diambil pada Tanggal/Hari Kamis, 15 April 2021, Pukul 13:43 WIB
Data Kinerja Mentah DNS Otoritatif dari DNSPerf. Cuplikan ini diambil pada Tanggal/Hari Kamis, 15 April 2021, Pukul 13:43 WIB
Data Uptime DNS Otoritatif dari DNSPerf. Cuplikan ini diambil pada Tanggal/Hari Kamis, 15 April 2021, Pukul 13:44 WIB
Data Uptime DNS Otoritatif dari DNSPerf. Cuplikan ini diambil pada Tanggal/Hari Kamis, 15 April 2021, Pukul 13:44 WIB

Catatan: Saya tidak menjamin keakuratan data diatas dalam menilai DNS Otoritatif yang ada, tapi setidaknya ini bisa dijadikan referensi bagi Anda yang ingin mencari DNS Otoritatif yang cocok untuk Web/Blog Anda dan saya sarankan Anda untuk mencarikan data pembanding untuk itu.

Jika Domain Anda terhubung ke DNS Cloudflare dan menggunakan nya sebagai Pengelola DNS dibandingkan dengan Pengelola DNS bawaan, maka Anda bisa mengurangi potensi Downtime atau ketidaktersediaan pada Domain Anda, serta membuat Domain Anda dapat di resolve lebih cepat oleh pengunjung.

Kenapa bisa gitu? Karena Cloudflare telah di tenagai oleh Server-server di 200 Kota dari 100 Negara di seluruh dunia2 yang mana ini akan saling berkaitan, begitupun juga CDN nya.

Jadi, jika satu server DNS Cloudflare tidak tersedia, maka hanya perlu dirute ulang ke server lain nya dan hal ini memungkinkan untuk mempercepat Resolve DNS dari segi Pengunjung, karena pengunjung mendapatkan server terdekat nya saat me-resolve domain yang terhubung dengan DNS Cloudflare.

Karena DNS Otoritatif dari Cloudflare merupakan Pengelola DNS Eksternal, sehingga jika Server Hosting Anda mengalami ketidaktersediaan atau Downtime (alias nge-down), maka layanan lain seperti surel eksternal, subdomain yang terhubung ke server lain, dll, tidak akan mengalami hal demikian.

Selain itu, Pengelola DNS ini memiliki cukup kaya akan fitur. DNSSEC untuk keamanan DNS? Ada! Cloudflare mendukung hal itu3, Anda tinggal tambahkan Pengaturan DNSSEC pada Domain Anda melalui Pengaturan Domain bawaan. Untuk nilai-nilai nya, ikuti dengan yang ada di Cloudflare.

“CNAME Flattening”? Ada! Fitur ini malah di aktifkan secara bawaan untuk ‘root’ nya saja4. Anda juga bisa ekspor dan impor pengaturan DNS Anda dalam format BIND9 sewaktu-waktu jika ingin migrasi5. Apakah saya bisa menikmati itu semua secara gratis? Tentu saja bisa! Anda hanya perlu menghubungkan Domain Anda ke DNS Cloudflare saja dengan mengubah Nameserver nya sesuai dengan petunjuk yang ada.

Opsi Fitur “DNSSEC” dan “CNAME Flattening” di Cloudflare
Opsi Fitur “DNSSEC” dan “CNAME Flattening” di Cloudflare

Bisa menyembunyikan Alamat IP Server

Dengan Anda menggunakan CDN dan melakukan reverse-proxy pada Web/Blog utama Anda, maka Anda telah ‘menyembunyikan’ Alamat IP Server Asli nya, ini sebenarnya berlaku bagi semua CDN termasuk jika Anda menggunakan CDN dari Cloudflare.

Dengan menggunakan CDN dari Cloudflare, maka Anda telah menyembunyikan Alamat IP dari Server Asli Anda dengan reverse-proxy, kecuali jika Anda menggunakan Subdomain yang terpisah untuk CDN nya, dan tentunya ini bisa dilakukan secara gratis.

Ini akan sangat cocok bagi Anda yang tidak ingin ‘memamerkan’ Alamat IP Server nya di depan umum.

Kompresi terhadap berkas JavaScript, CSS dan HTML

Cloudflare memiliki fitur kompresi (minify) terhadap berkas JavaScript, CSS dan HTML jika Anda menggunakan CDN dari Cloudflare untuk mengoptimalkan Web/Blog Anda. Fitur tersebut bernama “Auto Minify”.

Biasanya fitur ini dinonaktifkan secara bawaan, jadi Anda perlu mengaktifkan nya sendiri di Dasbor Cloudflare. Fitur “Auto Minify” dapat ditemukan di bagian “Speed” (yang gambarnya petir) pada Laman Dasbor Cloudflare. Berikut cuplikan nya:

Cuplikan Pertama
Cuplikan Pertama
Cuplikan Kedua
Cuplikan Kedua

Setelah mengaktifkan ataupun mematikan nya, maka Anda perlu Purge Cache CDN Cloudflare nya terlebih dahulu, barulah opsinya bisa diterapkan sebagaimana mestinya.

SSL Gratis dan Sertifikat nya mendukung Peramban Web yang lebih tua

Jika Hosting yang Anda gunakan tidak menyediakan SSL sama sekali, maka Anda bisa gunakan CDN dari Cloudflare agar Web/Blog Anda bisa di akses dengan Protokol HTTPS secara gratis, masa berlaku akan di perbarui secara otomatis oleh mereka.

Akar (atau Root) dari Sertifikat SSL yang di gunakan nya pun telah di dukung oleh Peramban Web (Web Browser) dari Perangkat yang lebih tua, selama Peramban Web tersebut mendukung SNI (singkatan dari “Server Name Indication”) yang merupakan fitur dari protokol TLS.

Fitur tersebut di namakan “Universal SSL”. Biasanya fitur “Universal SSL” telah diaktifkan secara bawaan jika Anda menggunakan CDN dari Cloudflare, tapi Anda bisa mengaturnya di bagian “SSL” (yang gambarnya gembok) pada Laman Dasbor Cloudflare.

Jika Anda merasa tidak perlu menggunakan SSL dari Cloudflare, maka caranya ada dua, yakni: Nonaktifkan fitur “Universal SSL” atau jangan gunakan CDN dari Cloudflare.

Firewall dan Perlindungan dari Serangan DDoS

Jika Anda menggunakan CDN dari Cloudflare, maka Anda telah meminimalisir serangan DDoS di Web/Blog Anda. Proteksi ini bekerja pada lapisan ke-3, 4 dan 7 dalam model OSI, serta Proteksi ini tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis1.

Selain itu, Cloudflare memiliki Firewall yang siap melindungi Web/Blog Anda dari serangan dari luar, termasuk DDoS dan tentu saja Anda memiliki Firewall bawaan yang bisa Anda atur kapan saja6.

Kekurangan menggunakan Cloudflare (terutama untuk pengguna Gratisan)

Tadi saya sudah menyebutkan kelebihan untuk menggunakan Cloudflare, terutama untuk layanan yang sering di gunakan oleh para Blogger atau Pengembang/Pengelola Situs Web, yakni CDN, Pengelola DNS dan Firewall nya.

Sekarang saya bahas kekurangan nya, saya utamakan untuk pengguna Gratisan karena saya yakin bahwa mayoritas pengguna Cloudflare lebih memilih Paket “Gratis” daripada milih yang berbayar, kalaupun mampu bayar palingan cuma mentok di Paket “Pro” saja yang biaya nya cuma $20/bulan. (Jangan tersinggung yah, saya juga pake yang Gratisan juga kok, hehe 😀)

Saya tidak mempunyai data yang pasti, karena saya cuma menebak yang berdasarkan dari rute yang saya dapatkan ketika saya mengunjungi sebuah Web/Blog Anda yang menggunakan Cloudflare (lebih lanjutnya akan saya bahas setelah ini), tapi saya yakin bahwa Anda belum tentu sanggup untuk membayar uang sebesar $200 setiap bulan nya hanya untuk menyewa Paket “Business” (Bisnis), apalagi Paket “Enterprise” (Perusahaan).

Ok, tanpa basa-basi lagi, saya akan bahas kekurangan menggunakan Cloudflare (terutama untuk pengguna Gratisan) berikut di bawah ini.

Rute CDN nya seringkali kacau

Anda mungkin berekspektasi bahwa CDN harusnya melayani pengunjungnya dekat dari Koneksi Internet yang digunakan oleh pengunjung, siapa yang tidak setuju? Tapi, Anda harus menerima kenyataan bahwa Rute yang didapatkan oleh pengunjung saat mengunjungi Web/Blog Anda yang menggunakan Cloudflare dengan paket selain “Enterprise” (apalagi Gratisan) tidak sesuai dengan ekspektasi pengunjung atau tidak mendapatkan lokasi yang dekat dengan mereka.

Seringkali pengunjung akan mendapatkan rute yang bahkan sangat jauh dari mereka, contoh: Koneksi Internet nya dari Indonesia (dengan asumsi tanpa menggunakan Proksi/VPN), ketika mengunjungi Web/Blog yang menggunakan Cloudflare Gratisan, maka Lalu Lintas akan di larikan ke Server Los Angeles, Jepang, atau Server Acak lain nya.

Sebagai imbas nya, tidak sedikit pula pengunjung yang merasa lambat ketika mengakses nya, bahkan sampai tidak bisa diakses sama sekali.

Contoh kasus nya adalah ketika mengakses Web/Blog yang menggunakan Cloudflare Gratisan dan Paket “Pro” dari ISP Telkom misalnya, karena rute yang mereka dapatkan itu sangat jauh dari koneksi nya, sehingga banyak orang yang mengeluhkan akses ke sebuah Web/Blog7 8 9 10, bahkan sampai-sampai membuat sebuah utas di Forum Komunitas nya juga.

Sudah rute CDN nya kacau gara-gara ISP nya, terus Koneksi Internasional nya malah buruk, sehingga pantas saja jika orang-orang protes seperti itu sejak menggunakan Cloudflare sebagai CDN, terutama dari ISP Telkom/Telkomsel.

Untuk memastikan Rute CDN/Pusat Data Cloudflare mana yang didapat atau dijangkau oleh koneksi Internet yang digunakan sekarang, Anda tinggal tambahkan cdn-cgi/trace setelah mengetikkan Alamat Domain/Nama Hos (Hostname) yang menggunakan CDN dari Cloudflare, contoh formatnya menjadi seperti ini: https://contoh.domain.com/cdn-cgi/trace (Anda tinggal ganti saja contoh.domain.com nya menjadi Alamat Domain/Nama Hos untuk Web Anda)

Itu merupakan sebuah alat yang disediakan oleh Cloudflare untuk membantu pemecahan masalah saat Web/Blog menggunakan CDN dari Cloudflare, salah satu contohnya adalah masalah lambatnya web/blog ketika diakses, informasi-informasi yang ditampilkan nya cukup membantu untuk usaha penyelesaian masalah.

Cuplikan dibawah ini merupakan hasil dari penggunaan cdn-cgi/trace untuk nama hos cloudflare-test.franqois.id yang menggunakan Cloudflare Gratisan:

Hasil Penggunaan “cdn-cgi/trace” pada hos “cloudflare-test.franqois.id”. Cuplikan ini diambil pada Tanggal/Hari Senin, 19 April 2021, Pukul 16:51 WIB
Hasil Penggunaan “cdn-cgi/trace” pada hos “cloudflare-test.franqois.id”. Cuplikan ini diambil pada Tanggal/Hari Senin, 19 April 2021, Pukul 16:51 WIB

Seperti yang Anda lihat bahwa saya diarahkan ke Server Singapura (SIN), dilihat dari COLO nya yang bernilai SIN, padahal lokasi nya ada di Indonesia (loc=ID) dan Cloudflare mempunyai pusat data nya di Jakarta11.

SIN disini merupakan kode IATA (International Air Transport Association atau bahasa Indonesia nya: Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) untuk Bandar Udara Internasional Changi Singapura, jadi Cloudflare menggunakan kode IATA sebagai nama letak pusat data nya.

Nah, darisini lah saya biasanya menebak Paket Cloudflare apa yang Anda gunakan untuk Web/Blog Anda, kalau rutenya tidak sesuai dengan ekspektasi, maka saya tebak kalau kemungkinan terbesarnya Anda menggunakan CDN Cloudflare Gratisan atau bisa jadi pengguna Paket “Pro”, jika sebaliknya maka bisa dipastikan kemungkinan terbesarnya menggunakan paket “Enterprise”, meskipun ada kemungkinan yang menggunakan Paket “Business” juga.

Oh iya, untuk melakukan pengujian diatas, saya tidak menggunakan IndiHome atau Telkomsel untuk mengakses nya, melainkan saya menggunakan Transvision Hi-Speed (nanti akan saya ceritakan pengalaman nya di artikel terpisah) dan ini hanya berlaku untuk 1 domain/hos saja, sedangkan setiap domain/nama hos lain nya yang menggunakan Cloudflare belum tentu mendapatkan hasil yang sama dengan diatas.

Jadi, jika Anda ingin menguji koneksi ke jaringan Cloudflare dari ISP Anda dengan mengakses banyak Alamat Domain/Nama Hos, Anda bisa kunjungi Situs Web “Cloudflare Test”.

Ketika Anda mengunjungi nya, tunggu saja sampai semua teks nya tampil dengan baik. Saya uji ini menggunakan Telkomsel, jadi jika Anda menggunakan Koneksi dari Telkomsel (saya uji ini di Kota Cirebon), maka kira-kira hasilnya sebagai berikut:

Hasil Pengujian Jangkauan Pusat Data Cloudflare menggunakan Telkomsel. Cuplikan ini diambil pada Tanggal/Hari Rabu, 14 April 2021, Pukul 22:02 WIB
Hasil Pengujian Jangkauan Pusat Data Cloudflare menggunakan Telkomsel. Cuplikan ini diambil pada Tanggal/Hari Rabu, 14 April 2021, Pukul 22:02 WIB

Jika ini di uji menggunakan ISP Telkom seperti IndiHome, berdasarkan pengalaman pribadi saya saat menggunakan IndiHome di Kota Cirebon (tapi belum sempat saya ambil Cuplikan nya), maka hasilnya mungkin akan sangat mirip dengan diatas.

Catatan dan Sanggahan mengenai Cuplikan diatas

Cuplikan diatas itu merupakan hasil krop gambar, silahkan klik disini jika Anda ingin melihat cuplikan asli nya.

Tapi, saya tidak menjamin keakuratan cuplikan diatas tentang hasil pengujian jangkauan pusat data Cloudflare, karena saya uji ini menggunakan Koneksi dari Telkomsel (Operator: by.U) di Kota Cirebon dan pemiripan/persamaan hasil pengujian saat menggunakan ISP dari Telkom (seperti IndiHome) itu hanya berdasarkan pengalaman pribadi saat menggunakan IndiHome di Kota Cirebon, mungkin di Kota/Kabupaten atau/dan menggunakan Operator/ISP lain hasilnya akan beda.

Tapi, setidaknya ini bisa dijadikan pertimbangan bagi Anda untuk memutuskan apakah CDN Cloudflare layak atau tidak bagi Anda sebagai pemilik/pengembang Web/Blog atau/dan pertimbangan untuk mencari ISP lain untuk pengguna biasa/pengunjung yang bukan pemilik/pengembang Web/Blog, walaupun tidak 100% akurat.

Berdasarkan cuplikan diatas, maka hasil nya bisa disimpulkan sebagai berikut:

  • Rute CDN yang didapatkan saat mengunjungi kebanyakan Web/Blog yang menggunakan Cloudflare paket Gratis dari Koneksi Telkom atau Telkomsel itu sangatlah kacau dan acak, kadang ke Server Amerika Serikat, Jepang atau jarang-jarang mendapatkan rute ke Singapura.
  • Berlangganan paket “Pro” tidak cukup membantu, namun terkadang ada beberapa situs web yang mendapatkan rute ke Server Hong Kong (HKG) dan paket ini jelas lebih baik daripada yang Gratisan.
  • Pengguna paket “Business” biasanya akan mendapatkan rute ke Hong Kong (HKG) dan ada beberapa yang dapat Singapura (SIN).
  • Untuk Web/Blog yang menggunakan Paket “Enterprise” mayoritas akan mendapatkan rute ke Singapura (SIN).

Cloudflare sendiri membedakan Prioritas Lalu Lintas Jaringan nya berdasarkan paket-paket yang ada, paket “Enterprise” adalah paket yang paling diprioritaskan12 13. Menurut saya, hal ini mereka lakukan karena biaya Bandwidth yang mereka bayarkan tergolong mahal untuk melayani banyak orang, sedangkan pengguna Cloudflare sendiri kebanyakan merupakan Pengguna Gratisan dan akan terus bertambah banyak.

Sehingga, pada akhirnya mereka mengarahkan lalu lintas pengunjung yang ingin mengunjungi Web/Blog yang menggunakan Cloudflare dengan paket selain “Business”/“Enterprise” ke Server yang paling murah, yakni yang paling jauh dari Pengunjung.

Untuk mengatasi hal ini, dari segi ISP harus melakukan Direct-peering dengan Cloudflare14, tapi beberapa ISP Rumahan (berdasarkan dengan yang saya alami) seperti nya belum melakukan nya secara maksimal atau bahkan ada yang enggan untuk melakukan nya, sehingga koneksi dari ISP tertentu ke jaringan Cloudflare kurang begitu bagus, entah karena alasan apa.

Jika Anda mengetahui sesuatu atau bahkan jika Anda merupakan perwakilan dari suatu ISP (terutama terget pasaran nya adalah Pengguna Rumahan), mungkin bisa memberikan klarifikasi di kolom komentar 🙂

Kembali lagi ke hasil pengujian, kenapa saya selalu menyebutkan Telkomsel dan Telkom? Karena kedua itu yang paling menguasai jangkauan di seluruh Indonesia, bisa jadi hal ini yang membuat kedua ISP tersebut menjadi paling banyak pengguna nya.

Jadi, jika saya ingin menggunakan CDN dari Cloudflare, sedangkan kebanyakan pengunjung nya menggunakan Telkomsel, IndiHome dan Koneksi dari Jaringan Telkom lain nya, apa yang harus saya lakukan? Yah, seminimal-minimal nya Anda perlu berlangganan paket “Business”, atau berlangganan Paket “Enterprise” sekalian agar mendapatkan prioritas jaringan yang terbaik.

Proteksi DDoS Lapisan ke-7 dan CDN hanya bekerja untuk Protokol HTTP(S) saja

Jika Anda ingin memproteksi Server Gim, FTP, SSH, RDP, RTMP, dan Server dengan Protokol selain HTTP(S) dari serangan DDoS, atau Anda ingin mengurangi latensi saat mengakses server Anda dengan Protokol selain HTTP(S), atau ingin mengakselerasi pengalaman memainkan gim secara daring dengan memanfaatkan CDN nya, maka Anda tidak bisa melakukan itu dengan layanan ‘yang ada’.

Karena Proteksi DDoS dan CDN yang ada hanya bekerja untuk Protokol HTTP(S) saja, tidak untuk Protokol lain nya, alias hanya untuk Webserver saja. Jika Anda ingin menggunakan CDN untuk Server selain Webserver, maka Anda perlu menggunakan Cloudflare Spectrum untuk itu.

Lalu, apakah fitur tersebut bisa saya peroleh secara gratis? Oh, tentu saja tidak! Untuk menggunakan nya, minimal Anda harus berlangganan Paket “Pro” terlebih dahulu dan yang bisa diproteksi/digunakan palingan cuma sebatas Server Minecraft dan SSH dengan jatah Kuota Bandwidth sebesar 5 GB/bulan saja.

Atau, jadilah pelanggan paket “Business” jika Anda ingin menggunakan CDN dan memproteksi Server RDP nya juga, serta diberikan jatah Bandwidth sebesar 10 GB/bulan untuk masing-masing Server.

Lalu, bagaimana jika saya ingin menggunakan CDN dan memproteksi Server selain itu, seperti Server Gim Kustom (contoh: Server SA:MP, MTA-SA, FiveM, atau Server Gim Kustom lainnya), Server Basis Data, FTP(S), RTMP, Server Perbankan, dll? Yah, Anda perlu berlangganan paket “Enterprise” nya kalau begitu.

Tidak bisa menggunakan Nameserver Kustom

Jika Anda ingin menggunakan Nameserver Kustom di Pengelola DNS Cloudflare, contoh: ns1.domainkamu.com, ns2.domainkamu.com, dst, alih-alih cuma menggunakan xxxx1.ns.cloudflare.com dan xxxx2.ns.cloudflare.com sebagai Nameserver.

Hal itu bisa Anda lakukan, tapi tidak secara Gratis, minimal Anda perlu berlangganan paket “Business” untuk menggunakan fitur itu. Yap, Anda gak salah baca, minimal “Business” bukan paket “Pro”.

Mahal? Bagi yang butuh cuma Nameserver Kustom, mungkin iya. Tapi untuk kebanyakan kasus, seperti nya Anda belum tentu butuh fitur tersebut, kalaupun kamu butuh yah jangan gunakan Cloudflare sebagai pengelola DNS kamu 🙂

Pengunjung bisa jadi ‘kabur’ jika Firewall nya tidak di atur

Apakah Anda pernah mengalami hal dibawah ini saat mengakses Web/Blog yang menggunakan Cloudflare:

Menyelesaikan CAPTCHA sebelum mengakses sebuah Web. Informasi sengaja saya hitamkan
Menyelesaikan CAPTCHA sebelum mengakses sebuah Web. Informasi sengaja saya hitamkan

Atau, bahkan ini:

Ketika pengunjung diblokir aksesnya oleh Cloudflare. Informasi sengaja saya hitamkan
Ketika pengunjung diblokir aksesnya oleh Cloudflare. Informasi sengaja saya hitamkan

Jika Anda pernah mengalami nya, maka bukan hanya Anda saja yang pernah mengalami nya, tapi bisa saja pengunjung Web/Blog Anda mengalami hal yang serupa saat mengunjungi Web/Blog Anda yang menggunakan CDN dari Cloudflare. Tapi jika Anda jawab “tidak” pun juga belum tentu itu berlaku ke semua orang, termasuk pengunjung Web/Blog Anda, bisa jadi mereka mengalami hal-hal diatas juga.

Penyebabnya macam-macam, salah satu yang paling sering adalah Alamat IP yang digunakan saat mengunjungi Web/Blog itu memiliki reputasi yang buruk alias “kotor”. Alamat IP “kotor” ini di sebabkan oleh banyak hal, seperti aktivitas Phishing, Spamming, Menyebarkan Malware, Fraud, dsb, dengan menggunakan Alamat IP tersebut.

Alamat IP yang “kotor” bukan berarti perbuatan pengunjung nya “kotor” juga, karena Alamat IP tersebut bisa digunakan oleh banyak orang, terutama saat orang berselancar dengan Internet dan Alamat IP yang digunakan tersebut akan diganti secara otomatis dalam beberapa menit hingga beberapa jam. Jika Anda tahu Alamat IP Dinamis (Dynamic IP Address) itu apa, maka itulah sistem pembagian Alamat IP dari kebanyakan ISP Rumahan yang berlaku saat ini.

Kembali lagi ketopik yang sebenarnya, menggunakan CDN dari Cloudflare maka artinya kamu telah Menggunakan Firewall nya, ini yang membuat peran Firewall dari Server Asli/Asal (bisa kamu sebut “Server Hosting” jika Anda menggunakan layanan Hosting) terhadap Web/Blog kamu menjadi sedikit tidak berguna.

Serta, jika pengunjung terus-terusan mengalami hal diatas, bukan nya menjadi tidak mungkin kalau pengunjung akan malas mengunjungi Web/Blog Anda, apalagi jika sampai tetap diblokir juga setelah beberapa kali mengaksesnya, atau jika Alamat IP dari Cloudflare diblokir oleh Firewall dari Server Asli/Asal.

Jadi, jika Anda tidak ingin kehilangan pengunjung hanya karena pengalaman diatas, maka aturlah Firewall dari Cloudflare nya dengan benar dan pastikan kalau Server Asli/Asal tidak memblokir Alamat IP dari Cloudflare.

Atau, jika Hosting yang Anda gunakan itu menyediakan Proteksi terhadap DDoS secara gratis, maka sudah seharusnya Anda tidak perlu lagi menggunakan Proteksi DDoS atau Layanan Firewall dan CDN dari Cloudflare untuk itu, cukup percayakan saja kepada pihak Hosting dan lakukan pencadangan (backup) secara berkala ke luar Server Asal (entah data nya disimpan ke PC, ke Penyimpanan Awan, dll).

Lagian, Web/Blog kamu belum tentu selalu menjadi target dari serangan DDoS juga, kan? Masalah melindungi Web/Blog dari serangan lain, seperti Deface maka Anda bisa melakukan nya sendiri, tidak perlu sampai menggunakan CDN dari Cloudflare untuk itu.

Kesimpulan

Setelah semua ini, apakah saya masih perlu menggunakan nya? Maka jawaban nya adalah Anda tidak disarankan menggunakan Layanan CDN Gratisan dari Cloudflare untuk Web/Blog Anda dengan dalih untuk mempercepat dan mengamankan suatu Web/Blog, karena rute CDN nya yang seringkali ngaco, maka bukan nya mempercepat malah memperlambat bahkan menghalangi orang lain mengaksesnya.

Sudah rute CDN nya ngaco, terus Koneksi Internasional dari Telkom/Telkomsel juga buruk, jadinya pantas saja jika orang-orang pada protes setelah menggunakan CDN dari Cloudflare (terutama untuk pengguna Gratisan dan pengguna paket “Pro”). Belum sama koneksi dari Server Hosting ke Cloudflare nya, kalo koneksi nya buruk atau bahkan Alamat IP Cloudflare nya sampai diblokir oleh Firewall Server nya, bisa-bisa Web/Blog nya malah dianggap nge-down, padahal tidak sama sekali.

Menggunakan Layanan Pengelola DNS/DNS Otoritatif nya saja sudah sangat cukup dan sangat layak untuk digunakan secara gratis, tidak perlu sampai menggunakan CDN nya (mengubah awan nya menjadi awan oranye). Waktu Resolve nya tergolong sangat cepat, Uptime nya sangat memuaskan untuk versi gratisan nya dan fitur-fitur nya sangat cukup untuk Pengguna pada Umum nya (kecuali Nameserver Kustom yang gak bisa diperoleh secara gratis).

Jika Anda ingin menggunakan CDN dari Cloudflare, maka lebih baik Anda perlu berlangganan Paket “Enterprise” nya saja sekalian untuk mendapatkan prioritas jaringan yang terbaik atau seminimal-minimalnya Anda perlu berlangganan paket “Business” untuk mendapatkan prioritas jaringan yang lebih baik, apalagi jika mayoritas pengunjung nya menggunakan koneksi dari Telkom/Telkomsel.

Kecuali jika Anda menggunakan nya untuk menyembunyikan Alamat IP Server Asli nya, yah bisa pake itu, hanya saja jangan terlalu berekspektasi terhadap kecepatan dan kenyamanan akses dari pengunjung.

Tapi jika Anda sangat ingin menggunakan CDN dari Cloudflare demi menghemat konsumsi Bandwidth Server, maka pastikan Opsi “Cache Level” kamu atur ke “Cache Everything” melalui “Page Rules” (Gunakan opsi tersebut secara bijak) atau/dan pastikan juga bahwa berkas-berkas statik lain nya (Seperti Berkas Gambar, JavaScript, CSS, Berkas-berkas Fonta, dll) di Cache lebih lama dengan menyetel Header Cache-Control nya menjadi public, max-age=31536000, immutable dan tentunya kamu lakukan itu dengan benar.

Jika berkas statik di Cache dalam waktu lama, maka Pengunjung tidak perlu lagi sampai mengunduh berkas-berkas tersebut saat mengunjungi Web/Blog Anda dari Server manapun, melainkan hanya perlu memuatnya dari Media Penyimpanan nya saja.

Serta, aturlah Firewall di Cloudflare dengan benar jika Anda tidak ingin kehilangan pengunjung Web/Blog Anda karena diblokir/disuruh menyelesaikan CAPTCHA, karena yang seperti itu besar kemungkinan akan sering terjadi, terutama jika diakses dari Pengunjung yang menggunakan ISP dari Telkom/Telkomsel yang mempunyai banyak sekali Alamat IP nya.

Penutup

Ya sudah, sepertinya pembahas di artikel ini saya cukupkan sampai sini saja. Ngomong-ngomong, saya tulis artikel ini dimulai dari tanggal 06 April 2021 dan Artikel ini terbit saat di bulan Ramadhan tahun ini, tidak terasa juga yah 🙂

Terima kasih bagi Anda yang telah membaca artikel ini. Mohon maaf jika artikel ini memiliki kekeliruan dan kesalahan, baik dari ada yang salah ngetik, terlalu panjang, bertele-tele, dll.

Serta saya juga tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun disini, saya cuma bermaksud untuk membahas tentang Kelebihan dan Kekurangan dari Ketiga Layanan Cloudflare yang bisa digunakan untuk Web/Blog Anda. Saya juga berharap agar pembaca bisa mempertimbangkan keputusan nya mengenai penggunaan layanan dari Cloudflare untuk Web/Blog nya setelah membaca artikel ini.

Jika adanya kesalahan dan kekeliruan dari saya, atau jika Anda memiliki pertanyaan lain nya/klarifikasi, bisa Anda berikan masukkan melalui kolom komentar yang tersedia. Masukkan dari Anda akan sangat berarti bagi saya dan artikel ini untuk kedepan nya nanti.

Terima kasih atas perhatian nya dan Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1442H bagi umat Muslim yang menjalankan nya 🙏 😊

Penggunaan Gambar dan Atribusi

Berkas-berkas Gambar (seperti Cuplikan layar dan Gambar lain nya) yang di gunakan di dalam artikel ini, disediakan di dalam Repository Blog ini.

Jika Anda ingin menjelajahi nya, silahkan kunjungi Alamat URL berikut:

https://github.com/FarrelF/Blog/tree/main/content/post/2021-04-23-apa-itu-cloudflare-dan-perlukah

Gambar Illustrasi yang nama berkasnya adalah NCDN_-_CDN.png itu merupakan Illustrasi yang dibuat oleh “Kanoha” bersumber dari Wikimedia Commons dan dilisensikan di bawah “CC BY-SA 3.0 Unported” oleh sang pembuat.

Logo Cloudflare (yang saya gunakan sebagai sampul artikel ini) merupakan Merek Dagang/Pakaian Dagang terdaftar dari Cloudflare, Inc.

Jadi, logo-logo tersebut tetap milik mereka yang memiliki merek/pakaian dagang. Jika Anda ingin mengunduh dan menggunakan logo-logo tersebut, silahkan kunjungi Laman Logo Cloudflare.


  1. Cloudflare, “Our Plans | Pricing”, https://www.cloudflare.com/plans/ (diakses pada tanggal 19 April 2021, pukul 01:46 WIB) ↩︎

  2. Cloudflare, “Data Center Map | CDN PoP Locations Map”, https://www.cloudflare.com/network/ (diakses pada tanggal 19 April 2021, pukul 01:53 WIB) ↩︎

  3. Cloudflare, “DNSSEC Protection | Provision and manage DNSSEC with Cloudflare”, https://www.cloudflare.com/dns/dnssec/ (diakses pada tanggal 19 April 2021, pukul 01:56 WIB) ↩︎

  4. Matthew Prince (The Cloudflare Blog), “Introducing CNAME Flattening: RFC-Compliant CNAMEs at a Domain’s Root”, https://blog.cloudflare.com/introducing-cname-flattening-rfc-compliant-cnames-at-a-domains-root/ (diakses pada tanggal 19 April 2021, pukul 01:58 WIB) ↩︎

  5. Cloudflare Help Center, “Importing and exporting DNS records”, https://support.cloudflare.com/hc/en-us/articles/200168856-Importing-and-exporting-DNS-records (diakses pada tanggal 19 April 2021, pukul 02:01 WIB) ↩︎

  6. Cloudflare, “Cloudflare WAF | Web Application Firewall”, https://www.cloudflare.com/waf/ (diakses pada tanggal 19 April 2021, pukul 02:11 WIB) ↩︎

  7. Syeilendra Pramuditya, “Koneksi Internet Telkom (IndiHome/Telkomsel) Tidak Bisa Akses CloudFlare?”, https://syeilendrapramuditya.wordpress.com/2020/04/29/koneksi-internet-telkom-indihome-telkomsel-tidak-bisa-akses-cloudflare/ (diakses pada tanggal 11 April 2021, pukul 23:42 WIB) ↩︎

  8. Harsh Kansagara (Twitter: @theharshin), https://twitter.com/theharshin/status/1278606869691424768 (diakses pada tanggal 11 April 2021, pukul 23:50 WIB) ↩︎

  9. Diskusi Web Hosting, “Masalah Telkomsel/Telkom ?”, https://www.diskusiwebhosting.com/threads/masalah-telkomsel-telkom.34190/ (diakses pada tanggal 11 April 2021, pukul 23:44 WIB) ↩︎

  10. BiruDaun Web Developer, “Cloudflare? It’s time we moved on.”, https://www.indonesiadigitalmarketing.id/id/cloudflare-its-time-we-moved-on/ (diakses pada tanggal 19 April 2021, pukul 06:02 WIB) ↩︎

  11. Chris Chua (The Cloudflare Blog), “Good Morning, Jakarta!”, https://blog.cloudflare.com/selamat-pagi-jakarta-customers/ (diakses pada tanggal 19 April 2021, pukul 17:26 WIB) ↩︎

  12. “United States Securities and Exchange Commission” dan “Cloudflare, Inc.”, Halaman 79 dari Dokumen “FORM S-1 REGISTRATION STATEMENT”, https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/1477333/000119312519222176/d735023ds1.htm (diakses pada tanggal 14 April 2021, pukul 22:27 WIB) ↩︎

  13. Hunter Ray (GitHub: judge2020), “Explanation”, https://github.com/judge2020/cloudflare-connectivity-test/wiki/Explanation (diakses pada tanggal 14 April 2021, pukul 23:45 WIB) ↩︎

  14. Dom J. H. (Cloudflare Community), “Peering - Why don’t I reach the closest datacenter to me?”, https://community.cloudflare.com/t/peering-why-dont-i-reach-the-closest-datacenter-to-me/76479 (diakses pada tanggal 19 April 2021, pukul 03:38 WIB) ↩︎

comments powered by Disqus
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy